FILSAFAT SPIRITUAL DALAM SENI PENCA GOLOK KALA PETOKSENJATA KESADARAN DIRI DALAM TRADISI PESANTREN
Keywords:
Filsafat, Spiritual, Golok Kala Petok, Interpretasi, Simbolik, Filsafat Gerak, Tradisi PesantrenAbstract
Seni bela diri tradisional Nusantara memiliki dimensi spiritual yang mendalam, berfungsi sebagai sarana penyucian batin dan pencarian makna hidup. Di tengah tantangan modernisasi dan penurunan minat generasi muda terhadap budaya lokal, Seni Golok Kala Petok, karya KH. M. Fajar Laksana dari Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi, muncul sebagai inovasi kontemporer. Golok Kala Petok menyintesis pencak silat, irama tradisional, dan nilai zikir sebagai media kontemplatif untuk pembersihan jiwa dan kedekatan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif dengan kerangka etnografi seni pertunjukan. Analisis data dilakukan melalui interpretasi simbolik Clifford Geertz (1973) untuk mengurai struktur makna filosofis dan spiritual, serta teori filsafat gerak Henri Bergson (1998) untuk mengkaji korelasi antara gerakan koreografi (Gerak Dzikir) dengan peningkatan kesadaran diri (Kala). Filosofi utama Golok Kala Petok, yaitu Kala (waktu/kesadaran) dan Petok (kedekatan), melambangkan perjalanan spiritual manusia fana menuju penyatuan Ilahi. Gerakan inti Golok Kala Petok, terutama tarikan golok sambil berzikir Lā ilāha illallāh, adalah manifestasi koreografis dari Tauhid dan pemurnian niat, yang mendukung prinsip "menang tanpa musuh" atau mengalahkan ego pribadi. Golok Kala Petok menawarkan model pedagogis spiritual-modern yang unik, berhasil mengintegrasikan tradisi bela diri Sunda-Banten dengan ajaran tasawuf pesantren. Keberhasilan ini didukung oleh strategi legalitas formal (Hak Cipta No. 000329868/2022) , menjamin kelangsungan GKP sebagai warisan budaya dan pendidikan karakter yang holistik menuju insan kamil




