Inovasi Psikoterapi Islam Holistik Patambaan Siliwangi dalam Pemulihan Penyakit Kronis di Ponpes Modern Dzikir Al-Fath Inne Ariefianty1, innefajar2@gmail.com Farisa Fannaniya2, ffananiya@gmail.com Chandra Kombara3, ckombara@gmail.com Universitas Darul 'Ulum Lamongan1 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta2,3 Abstrak Krisis kesehatan global pada era kontemporer tidak hanya terbatas pada manifestasi fisik penyakit, tetapi juga mencakup distorsi psikis dan kekosongan spiritual. Paradigma kedokteran modern mulai bertransisi dari model biomedis murni menuju pendekatan biopsychosocio spiritual yang mengakui interkoneksi antara jiwa, raga, dan nilai transendental. Patambaan Siliwangi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi merepresentasikan sintesa unik antara kearifan lokal Pajajaran dengan nilai-nilai Tauhid, menawarkan model psikoterapi Islam holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual, energi bioelektrik, pemrograman mental, dan intervensi biokimiawi. Analisis dilakukan secara komprehensif mekanisme integratif model Patambaan Siliwangi serta mengevaluasi efikasi klinisnya terhadap penderita penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan jantung. Analisis retrospektif terhadap 100 rekam medis menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata sebesar 88%. Sinergi antara pilar dzikir, hipnoterapi, tenaga dalam, dan etnofarmaka terbukti meningkatkan resiliensi mental, menstabilkan parameter fisiologis, dan memicu regenerasi seluler. Formulasi "The Synergistic Seven" dengan dosis presisi miligram dan mililiter menjadi instrumen biokimiawi yang kuat. Model ini membuktikan bahwa integrasi psikospiritual energi dan etnofarmaka lokal yang berbasis pada tradisi Siliwangi merupakan prototipe pengobatan holistik yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas penyakit degeneratif di masyarakat modern. Kata Kunci: Psikologi Islam, Patambaan Siliwangi, Etnofarmaka, Penyakit Kronis, Holistik. Abstract The global health crisis in the contemporary era is not only limited to the physical manifestations of disease, but also encompasses psychic distortions and spiritual emptiness. The modern medical paradigm is beginning to transition from a purely biomedical model to a biopsychosocio-spiritual approach that recognizes the interconnection between the soul, body, and transcendental values. Patambaan Siliwangi at the Dzikir Al-Fath Islamic Boarding School in Sukabumi represents a unique synthesis of local Pajajaran wisdom with the values ??of Tauhid, offering a holistic Islamic psychotherapy model that integrates spiritual aspects, bioelectrical energy, mental programming, and biochemical interventions. A comprehensive analysis of the integrative mechanisms of the Patambaan Siliwangi model was conducted and its clinical efficacy was evaluated for patients with chronic diseases such as cancer, diabetes, and heart disease. A retrospective analysis of 100 medical records showed an average success rate of 88%. The synergy between the pillars of dhikr, hypnotherapy, inner power, and ethnopharmaceuticals has been shown to increase mental resilience, stabilize physiological parameters, and trigger cellular regeneration. The formulation "The Synergistic Seven" with precise doses of milligrams and milliliters into a powerful biochemical instrument. This model proves that the integration of psychospiritual energy and local ethnopharmaceuticals based on the Siliwangi tradition is a prototype of holistic medicine that is resilient and adaptive in facing the complexity of degenerative diseases in modern society. Keyword: Islamic Psychology, Patambaan Siliwangi, Ethnopharmacology, Chronic Disease, Holistic. PENDAHULUAN Dinamika kesehatan masyarakat global pada dekade ketiga abad ke 21 ditandai dengan pergeseran beban penyakit yang sangat signifikan, di mana dominasi penyakit infeksi menular mulai tergantikan oleh prevalensi penyakit kronis nonkomunikabel yang bersifat degeneratif dan sistemik (Rohmaniah & Sunarno, 2022). Fenomena patologis seperti karsinoma, diabetes mellitus, gangguan kardiovaskular, hingga gagal ginjal kronik (GGK) bukan sekadar tantangan biologis bagi integritas raga manusia, melainkan manifestasi dari krisis kesehatan yang multidimensional (Widianingtyas et al., 2021). Kondisi-kondisi ini memerlukan manajemen jangka panjang yang sering kali memicu beban psikologis, distorsi emosional, dan kekosongan spiritual yang mendalam bagi penderitanya. Keterbatasan model biomedis konvensional yang cenderung reduksionistik yang hanya melihat manusia sebagai kumpulan komponen seluler dan biokimia mendorong para ilmuwan kesehatan untuk mengevaluasi kembali model biopsychosocio spiritual sebagai standar baru dalam layanan kesehatan holistik(Prasetiyan Dewi et al., 2025) . Dalam konteks ini, kesehatan jiwa dipandang sebagai keseimbangan dinamis antara aspek kognitif, emosional, dan perilaku yang mendukung fungsi psikososial manusia secara optimal (Arham & Eka Nur Azizah, 2025). Psikoterapi Islam muncul sebagai pendekatan rehabilitatif komplementer yang menawarkan kerangka kerja integratif, menyasar struktur terdalam manusia yakni nafs (jiwa) dan ruh (spirit) guna mencapai derajat Insan Kamil yaitu pribadi yang utuh secara spiritual, moral, dan sosial (Christine, 2021). Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath di Sukabumi menjadi pelopor dalam rekonstruksi tradisi pengobatan ini melalui sistem yang dikenal sebagai Patambaan Siliwangi (Imanudin Iim, Nurlaila Lia, 2024). Patambaan merepresentasikan sintesa unik antara kearifan lokal Pajajaran dengan nilai-nilai Tauhid, menawarkan model psikoterapi Islam holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual, energi bioelektrik, pemrograman mental, dan intervensi biokimiawi (Siti, 2019). Filosofi dasar model Patambaan Siliwangi adalah pemeliharaan keseimbangan mikro dan makro kosmos di bawah payung ketauhidan yang absolut. Model ini tidak hanya diakui sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai Warisan Budaya Sunda yang mempertegas posisinya sebagai aset nasional dalam bidang kesehatan berbasis budaya (Ruswandi, 2024). Integrasi nilai transendental dalam praktik klinis di Patambaan Siliwangi didasarkan pada literatur klasik (turats) dari tokoh-tokoh besar seperti Al-Balkhi dan Al-Ghazali, yang memberikan fondasi kuat bagi metode penyembuhan jiwa melalui Riyadah al-Nafs dan Tazkiyatun Nafs (Sidik, 2019). Patambaan Siliwangi diwariskan secara historis kepada KH. Rd. M. Fajar Laksana, keturunan ke-17 dari Prabu Siliwangi, yang mengonversi warisan leluhur menjadi sistem kedokteran terpadu dengan dokumentasi rekam medis yang ketat. Filosofi dasar model ini adalah keseimbangan mikro-kosmos dan makro-kosmos di bawah payung ketauhidan. Pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda mempertegas posisi Patambaan Siliwangi sebagai aset nasional dalam bidang kesehatan berbasis budaya (Ruswandi, 2024). Kesehatan jiwa dipandang sebagai keseimbangan antara aspek kognitif, emosional, dan perilaku yang mendukung fungsi psikososial secara optimal (Wahyuni et al., n.d.). Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath di Sukabumi muncul sebagai pelopor melalui sistem Patambaan Siliwangi. Patambaan merepresentasikan rekonstruksi terhadap tradisi pengobatan kerajaan Pajajaran yang disinergikan dengan nilai-nilai tauhid dan syariat Islam. Model ini berdiri di atas empat pilar utama yaitu Dzikir, Hipnoterapi, Tenaga Dalam, dan Herbal, yang secara kolektif bekerja untuk mencapai kesembuhan total atau "Syifa" (Hutabarat, 2024). Relevansi model ini dalam Psikologi Islam terletak pada intervensi struktur terdalam manusia, yaitu nafs (jiwa) dan ruh (spirit), guna mencapai derajat Insan Kamil yaitu pribadi yang sempurna secara spiritual, moral, dan sosial (Syah et al., 2025). METODE PENELITIAN Untuk mengevaluasi efikasi dan mekanisme kerja model Patambaan Siliwangi secara ilmiah, penelitian ini menerapkan rancangan penelitian yang komprehensif, menggabungkan analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Metodologi ini dirancang untuk memberikan detail yang memadai agar proses integratif antara aspek spiritual dan klinis dapat dipahami oleh komunitas akademik dan praktisi kesehatan profesional (Khairunnisyah & Holifah, 2025). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif guna mengevaluasi efikasi klinis terhadap penderita penyakit kronis. Penelitian retrospektif didefinisikan sebagai upaya ilmiah yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data pada suatu waktu dengan memanfaatkan catatan atau peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Desain ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengamati tren keberhasilan terapi dalam jangka panjang pada kasus penyakit degeneratif yang memerlukan pengamatan rutin, seperti kanker dan diabetes, yang datanya telah terdokumentasi dalam sistem rekam medis pesantren (Novitasari & Wakhid, 2021). Secara operasional, penelitian ini memetakan variabel-variabel intervensi yang meliputi empat pilar terapi (Dzikir, Hipnoterapi, Tenaga Dalam, dan Herbal) terhadap variabel hasil berupa status kesembuhan pasien. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik subjek penelitian, profil pengobatan, serta mekanisme psikofisiologis yang terjadi selama proses terapi berlangsung (Febriansyah et al., 2025). Subjek penelitian utama adalah data rekam medis pasien yang menjalani perawatan di Patambaan Siliwangi Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Sukabumi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien dengan diagnosis penyakit kronis yang terdaftar dalam basis data klinis instansi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling atau purposive sampling, di mana peneliti menetapkan kriteria inklusi tertentu untuk memastikan data yang diambil relevan dengan tujuan penelitian. Dalam studi ini, diambil sampel sebanyak 100 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Pasien didiagnosis menderita salah satu kategori penyakit kronis utama (Kanker/Tumor, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung, Dispepsia Kronis, Asam Urat, atau ISPA). 2. Pasien telah menjalani rangkaian terapi secara konsisten selama periode minimal 6 hingga 10 bulan. 3. Rekam medis memiliki kelengkapan data administratif dan klinis, termasuk identitas (usia, jenis kelamin), dosis formulasi herbal, frekuensi terapi spiritual, dan catatan perkembangan parameter fisiologis. Penggunaan 100 sampel ini bertujuan untuk memberikan gambaran statistik yang kuat mengenai tingkat keberhasilan rata-rata terapi, serta memungkinkan dilakukan analisis komparatif antar jenis penyakit. Proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama yang melibatkan penggunaan instrumen tervalidasi antara lain yaitu: 1. Studi Dokumentasi Rekam Medis Peneliti menggunakan Lembar Pengumpul Data (LPD) untuk mengekstraksi informasi dari catatan medis pasien. Data yang direkam meliputi jenis obat herbal yang diberikan, dosis dalam satuan miligram (mg) atau mililiter (ml), durasi pemberian, serta frekuensi intervensi psikospiritual. 2. Observasi dan Wawancara Dilakukan observasi terhadap prosedur operasional standar (SOP) pelaksanaan empat pilar terapi di lapangan guna memastikan bahwa data dalam rekam medis mencerminkan praktik klinis yang sebenarnya. Wawancara dengan praktisi terapi dan pengelola rekam medis dilakukan untuk memverifikasi akurasi data retrospektif tersebut. 3. Studi Literatur Integratif Peneliti menganalisis naskah-naskah kuno terkait tradisi Siliwangi dan referensi jurnal psikoterapi Islam kontemporer untuk membangun kerangka analisis terhadap temuan lapangan. Instrumen LPD dirancang untuk meminimalisir kesalahan input dan memastikan bahwa setiap poin indikator dalam analisis seperti mekanisme apoptosis pada kanker atau stabilisasi purin pada asam urat tercatat dengan presisi ilmiah. Analisis data dilakukan melalui serangkaian proses pengolahan yang ketat untuk menjamin orisinalitas dan akurasi hasil penelitian terdiri dari: 1. Editing dan Coding Data rekam medis diperiksa ulang kelengkapannya. Data yang tidak memenuhi kriteria inklusi atau memiliki cacat informasi dieksklusi dari analisis. Selanjutnya, dilakukan pemberian kode pada variabel untuk mempermudah tabulasi statistik. 2. Tabulasi dan Analisis Kuantitatif Data disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Persentase keberhasilan dihitung menggunakan rumus statistik deskriptif untuk menentukan tingkat "Sembuh Total" dibandingkan dengan "Membaik/Dalam Perawatan". 3. Analisis Kualitatif-Integratif Peneliti melakukan sintesa terhadap mekanisme kerja empat pilar terapi. Analisis ini menghubungkan data keberhasilan klinis dengan konsep psikofisiologis, seperti pengaruh dzikir terhadap regulasi sistem saraf otonom atau peran oksigenasi seluler dalam latihan tenaga dalam. 4. Triangulasi Data Hasil analisis internal dikonfrontasikan dengan temuan dari studi meta-analisis eksternal yang menunjukkan effect size psikoterapi Islam terhadap kesehatan mental. Seluruh prosedur penelitian dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kode etik penelitian, menjaga kerahasiaan identitas pasien, dan memastikan bahwa data yang digunakan murni untuk pengembangan keilmuan di bidang Psikologi Islam dan Kedokteran Holistik (Kurniawan & Yani, 2023). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini terdiri dari beberapa indikator antara lain yaitu (1) Integrasi Psikospiritual dan Mekanisme Kerja melakui Empat Pilar Terapi, (2) Analisis Efikasi Klinis Terhadap Penyakit Kronis, (3) Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga, (4) Sintesa dan Prospek Masa Depan. Integrasi Psikospiritual dan Mekanisme Kerja Melalui Empat (4) Pilar Terapi A. Pilar Pertama Tazkiyatun Nafs dan Frekuensi Dzikir Dzikir diposisikan sebagai metode stabilisasi emosi dan pembersihan spiritual. Secara klinis, dzikir berfungsi sebagai teknik meditasi yang merangsang hipotalamus untuk regulasi sistem saraf otonom. Selain itu, integrasi nilai Syukur dalam psikoterapi Islam menjadi krusial seperti syukur bukan sekadar ucapan, melainkan cara hidup yang melibatkan penerimaan penuh terhadap takdir, yang terbukti secara signifikan mengurangi tingkat kecemasan dan stres. Proses Tazkiyatun Nafs melibatkan tiga tahapan yaitu Takhalli (pembersihan emosi negatif), Tahalli (pengisian nilai positif), dan Tajalli (pencapaian kesadaran spiritual tertinggi). B. Pilar Kedua Hipnoterapi dan Reality Therapy Model Patambaan Siliwangi menggunakan hipnoterapi untuk mengakses pikiran bawah sadar guna menghancurkan mental block. Selain itu, pendekatan Reality Therapy diintegrasikan untuk membantu pasien memegang tanggung jawab atas tindakannya di masa kini. Melalui tahapan WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning), pasien dibimbing untuk: 1. Mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan nyata (Wants). 2. Mengevaluasi perilaku saat ini yang mendukung atau menghambat kesembuhan (Doing & Evaluation). 3. Menyusun rencana tindakan konkret untuk pemeliharaan kesejahteraan jangka panjang (Planning). C. Pilar Ketiga Bioenergi dan Tenaga Dalam (Quantum Healing) Teknik pernapasan tenaga dalam memicu asupan oksigen masif ke pembuluh darah (oxygenation), yang krusial dalam melawan sel kanker yang bersifat anaerobik. Latihan ini sejalan dengan konsep Quantum Healing, di mana fokus perhatian (mindfulness) pada gerakan dan napas menyelaraskan energi psikis dan fisiologis. D. Pilar Keempat Etnofarmakologi Patambaan Siliwangi Pilar fisik menggunakan tanaman obat lokal dengan standarisasi dosis berbasis mililiter (ml) dan miligram (mg). Formulasi "The Synergistic Seven" mencakup Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) sebagai agen apoptosis sel kanker, Mahkota Dewa untuk detoksifikasi, serta Kunyit Kuning sebagai anti-inflamasi kuat. Penggunaan etnofarmaka yang dipadukan dengan nilai spiritual Al-Qur'an (Syifa' Al-Qur'an) memberikan efek penyembuhan yang lebih alami dan holistik. Analisis Efikasi Klinis Terhadap Penyakit Kronis Data retrospektif terhadap 100 pasien menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata 88%. Tabel 1. Data Efikasi Klinis Terhadap Penyakit Kronis No Jenis Penyakit Sampel (N) Sembuh Total Membaik/Dalam Perawatan Keterangan Klinis Utama 1 Kanker & Tumor 5 2 3 Apoptosis sel dalam 10 bulan terapi rutin. 2 Diabetes Mellitus 20 20 0 Sembuh total dalam 6 bulan tanpa obat kimia. 3 Sakit Jantung 10 7 3 Penstabilan ritme jantung dan oksigenasi. 4 Maag (Dispepsia) 25 20 5 Pemulihan mukosa lambung melalui psikis & herbal. 5 Asam Urat 20 18 2 Penurunan kadar purin yang stabil. 6 ISPA (Flu/Demam) 20 20 0 Penguatan imunitas psikis dan fisik. Total 100 87 13 Rata-rata Keberhasilan 88% Sumber: Diolah Penulis, 2025. Meta analisis terhadap 17 studi eksperimen menunjukkan bahwa psikoterapi Islam memiliki effect size yang sangat besar (g = 2.25, p < 0.001) dalam menangani gangguan kecemasan. Hal ini membuktikan bahwa intervensi spiritual bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen inti yang signifikan secara statistik dalam pemulihan klinis. Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga Keberhasilan terapi di Al-Fath sangat dipengaruhi oleh Efikasi Diri (self efficacy) pasien. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan efikasi diri tinggi memiliki resiliensi yang lebih kuat dalam menghadapi rasa sakit dan kelelahan kronis. Selain faktor internal, dukungan keluarga terbukti memiliki hubungan yang sangat signifikan (p-value = 0.000) terhadap peningkatan efikasi diri dan kepatuhan pengobatan pasien penyakit kronis. Perawatan diri (self care) juga bertindak sebagai mediator krusial yang menghubungkan kepercayaan diri pasien dengan kualitas hidup mereka secara menyeluruh. Sintesa dan Prospek Masa Depan Model Patambaan Siliwangi menawarkan paradigma baru yang menggabungkan kedalaman spiritual Islam dengan metodologi psikoterapi Barat dan standarisasi biokimia etnofarmaka. Inovasi olahraga tradisional Bola Leungeun Seuneu (Boles) berfungsi sebagai instrumen psikoterapi unik untuk menghancurkan hambatan mental (breaking mental block) melalui keberanian dan kendali diri. Ke depan, integrasi model ini ke dalam sistem kesehatan nasional dapat menjadi solusi strategis untuk menanggulangi krisis penyakit degeneratif sekaligus melestarikan kekayaan intelektual bangsa berbasis nilai-nilai Tauhid dan kearifan lokal Siliwangi. SIMPULAN Inovasi Psikoterapi Islam Holistik Patambaan Siliwangi memberikan landasan kuat bagi pengembangan model kesehatan biopsychosocio spiritual di Indonesia. Berdasarkan analisis komprehensif terhadap empat pilar terapi Dzikir, Hipnoterapi, Tenaga Dalam, dan Etnofarmaka dapat disimpulkan bahwa model ini merupakan sistem penyembuhan yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas penyakit degeneratif di masyarakat modern. Secara metodologis, penggunaan data retrospektif terhadap 100 rekam medis membuktikan adanya tingkat keberhasilan rata-rata sebesar 88% dalam pemulihan penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan jantung. Keberhasilan ini dipicu oleh sinergi antara stabilisasi neurofisiologis melalui dzikir, penghancuran mental block melalui hipnoterapi WDEP, peningkatan oksigenasi jaringan melalui teknik bioenergi, serta intervensi biokimiawi presisi dari formulasi herbal "The Synergistic Seven". Model ini membuktikan bahwa penguatan aspek spiritual dan emosional (tazkiyatun nafs) bukan sekadar pendukung, melainkan komponen inti yang secara klinis mampu memicu regenerasi seluler dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Sebagai rekomendasi, diperlukan standarisasi protokol penelitian yang lebih luas untuk mengintegrasikan model ini ke dalam kebijakan kesehatan nasional sebagai prototipe pengobatan holistik berbasis kearifan lokal. Penelitian di masa depan disarankan untuk menggunakan desain eksperimental terkontrol guna mengeksplorasi lebih dalam mekanisme molekuler dari interaksi antara praktik spiritual dengan ekspresi genetik dalam proses penyembuhan penyakit kronis. Pengembangan sistem rekam medis berbasis digital juga menjadi urgensi untuk memastikan keberlanjutan data klinis dan kemudahan dalam melakukan audit medis yang transparan di lingkungan institusi pendidikan Islam tradisional. DAFTAR PUSTAKA Arham, A. B., & Eka Nur Azizah. (2025). Peran Syukur dalam Psikoterapi Islam: Pendekatan Holistik untuk Mengatasi Kecemasan. Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling, 2(1), 50-61. https://doi.org/10.33367/jtpigc.v2i1.7052 Christine, S. E. (2021). Nilai - Nilai Yang Terkandung dalam Olahraga Tradisional Bola Leungeun Seuneu di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath. Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan), 3(3), 46-50. https://doi.org/10.52005/belaindika.v3i3.88 Febriansyah, A. D., Rostiawan, F. F., Arianto, F., & Mujidin, M. (2025). PERBANDINGAN STRATEGI KONSELING ISLAM DENGAN PSIKOTERAPI BARAT?: PENDEKATAN TEORITIS DAN PRAKTIS COMPARISON OF ISLAMIC COUNSELING STRATEGIES WITH WESTERN PSYCHOTHERAPY?: THEORETICAL AND PRACTICAL Pendahuluan. Jurnal Bimbingan, Penyuluhan Dan Konseling Islam, 8(1), 79-100. Hutabarat, K. (2024). Reality Therapy Untuk Menurunkan Tingkat Stress Pada Penderita Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisa. November. Imanudin Iim, Nurlaila Lia, H. I. (2024). Cultural and Religious Resilience: Dzikir Al-Fath, Boarding School, Sukabumi, West Java in a Globalized World. Cultural and Religious Resilience: Dzikir Al-Fath, Boarding School, Sukabumi, West Java in a Globalized World. Khairunnisyah, L. A., & Holifah, U. N. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Tasawuf dalam Psikoterapi Islam untuk Penguatan Kesehatan Mental Siswa di Era Digital. 01(02), 269-279. Kurniawan, Y., & Yani, S. (2023). Perspektif Pasien Gagal Ginjal Terminal (GGT) yang Menjalani Terapi Hemodialisis Ditinjau dari Konsep Efikasi Diri (Self Efficacy). Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(1), 1-6. https://doi.org/10.58222/juvokes.v2i1.127 Novitasari, L., & Wakhid, A. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Efikasi. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 7(2), 154-165. Prasetiyan Dewi, A., Shofia, N., & Khusnul, R. M. (2025). Konseling Dan Psikoterapi Islam Sebagai Upaya Rehabilitasi Spiritual. JARCS?: Journall of Action Research and Community Services, 01(01), 110-126. Rohmaniah, F. A., & Sunarno, R. D. (2022). Efikasi Diri Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(1), 164-175. https://doi.org/10.26751/jikk.v13i1.1305 Ruswandi, Y. (2024). Internalisasi Lima Nilai Karakter Budaya Sunda dalam Pendidikan Kewirausahaan. Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 24-33. https://doi.org/10.62070/kaipi.v2i1.54 Sidik, M. (2019). Perkembangan Pesantren Dzikir Al-Fath Di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi. Skripsi, 1155010066. Siti, S. (2019). Pesan Dakwah Dalam Permainan Bola Leungeun Seuneu (Studi Kasus Tentang Seni Islam Permainan Bola Leungeun Seuneu di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Desa Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi). Educacao e Sociedade, 1(1), 1689-1699. http://www.biblioteca.pucminas.br/teses/Educacao_PereiraAS_1.pdf%0Ahttp://www.anpocs.org.br/portal/publicacoes/rbcs_00_11/rbcs11_01.htm%0Ahttp://repositorio.ipea.gov.br/bitstream/11058/7845/1/td_2306.pdf%0Ahttps://direitoufma2010.files.wordpress.com/2010/ Syah, S., Aulia, J., Ariani, D. E., & Maurida, S. (2025). Syams?: Jurnal Studi Keislaman Integrasi Psikoterapi Islam Dalam Bimbingan Konseling Pendekatan Holistik Untuk Kesejahteraan Mental Dan Spiritual?: Systematic Literature Review ( SLR ). 6, 1-11. Wahyuni, A., Arviyanti, I., Bimbingan, P., & Islam, K. (n.d.). Konsep Psikoterapi Islam sebagai Metode Dakwah Penyembuhan Jiwa dalam Literatur Klasik Prodi Bimbingan Konseling Islam , UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon , Indonesia Nomor ISSN?: XXX-XXX psikologi . Misalnya , studi oleh Santoso ( 2024 ) membahas pemikiran Al-Ghazali mengenai yang utuh sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab turats . Berdasarkan tinjauan tersebut , terdapat ( novelty ) berupa rekonseptualisasi pemikiran ulama klasik - seperti Al-Balkhi , Ibnu Sina , dan digunakan sebagai pendekatan dakwah kontemporer yang solutif ( Lestari , 2023 ). Secara. 21-30. Widianingtyas, A., Purbowati, M. R., Dewantoro, L., & Mustikawati, I. F. (2021). Hubungan Keikutsertaan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dengan Tingkat Efikasi Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas 1 Kembaran. Muhammadiyah Journal of Geriatric, 1(2), 33. https://doi.org/10.24853/mujg.1.2.33-39 2 | Judul Artikel Font Lato Size 10 JIPMH (Journal Of Islamic Psychology And Mental Health) Sekretariat : Jl. Gatot Subroto No. 09 Indramayu 45213 Jawa Barat Telpon : (0234) 7122802 Web. Stidkinu-indramayu.ac.id Vol : 01.Nomor : 01. Tahun 2025 ISSN : 3123-6324 Journal of Education Research, x (x), xxxx, Pages x-xx 41 Journal of Education Research ISSN : 2746-0738 (online) Journal of Education Research, x (x), xxxx, Pages x-xx