SINTESA PSIKOSPIRITUAL ENERGI DAN ETNOFARMAKOLOGI PATAMBAAN SILIWANGI DI PONPES DZIKIR AL-FATH DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM DAN PSIKONEUROIMUNOLOGI: STUDI KUALITATIF PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS Inne Ariefianty1, innefajar2@gmail.com Dede Setiawan2, setiawandede7@gmail.com Universitas Darul 'Ulum Lamongan Abstrak Penyakit kronis sering kali menimbulkan degradasi fisik dan guncangan eksistensial yang memerlukan pendekatan medis melampaui batas klinis konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme sintesa energi psikospiritual dan etnofarmakologi Patambaan Siliwangi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath dalam meningkatkan kesehatan pasien penyakit kronis. Menggunakan metode kualitatif fenomenologis, penelitian melibatkan pasien kanker dan diabetes sebagai subjek melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dzikir Bashorun Fuadun, seni kinetik, dan ramuan herbal lokal mampu meregulasi poros Hypothalamus Pituitary Adrenal, menurunkan hormon stres, dan meningkatkan resiliensi pasien melalui fenomena identity fusion. Simpulannya, Patambaan Siliwangi merupakan model penyembuhan holistik efektif yang menggabungkan jalur top-down spiritual dan bottom-up material seluler untuk memperkuat sistem imun dan ketahanan kesehatan berbasis budaya. Kata Kunci: Penyakit Kronis, Psikologi Islam, Psikoneuroimunologi, Patambaan Siliwangi, Etnofarmakologi Abstract Chronic diseases often lead to physical degradation and existential shock, requiring medical approaches that transcend conventional clinical boundaries. This study aims to analyze the synthesis mechanism of psychospiritual energy and Patambaan Siliwangi ethnopharmacology at Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath in improving the health of chronic disease patients. Using a qualitative phenomenological method, the research involved cancer and diabetes patients as subjects through participatory observation and in-depth interviews8. The results show that the integration of Bashorun Fuadun dhikr, kinetic arts, and local herbal remedies can regulate the Hypothalamus Pituitary Adrenal axis, lower stress hormones, and increase patient resilience through the identity fusion phenomenon. In conclusion, Patambaan Siliwangi is an effective holistic healing model that combines top-down spiritual and bottom-up cellular material pathways to strengthen the immune system and culture-based health resilience. Keyword: Chronic Disease, Islamic Psychology, Psychoneuroimmunology, Patambaan Siliwangi, Ethnopharmacology PENDAHULUAN Penyakit kronis dalam lanskap medis modern seringkali dipandang sebagai tantangan yang melampaui batas-batas klinis konvensional, di mana penderita tidak hanya mengalami degradasi fungsi organ tubuh tetapi juga guncangan eksistensial yang mendalam. Fenomena ini menuntut adanya reorientasi dalam model pelayanan kesehatan yang mampu menyatukan kemajuan sains medis dengan kedalaman spiritualitas dan kekayaan budaya lokal. Psikologi Islam hadir dengan premis dasar yang memandang manusia sebagai kesatuan holistik antara jiwa (nafs), hati (qalb), dan tubuh (jasad) (Hidayat et al., 2023). Dalam pandangan ini, kesehatan fisik merupakan refleksi dari ketenangan batin, di mana gangguan pada qalb dipercaya memiliki korelasi linear terhadap disequilibrium jasmani (Solichah et al., 2025). Sejalan dengan itu, disiplin psikoneuroimunologi memberikan fondasi empiris yang menjelaskan interaksi rumit antara stres psikologis, sistem saraf pusat, dan modulasi imunitas tubuh (Faturrohmah et al., 2015). Eksistensi pengobatan tradisional seperti Patambaan Siliwangi tetap relevan karena mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial pasien yang seringkali tidak terakomodasi sepenuhnya dalam protokol medis modern (Sidik, 2019).1Praktik semacam ini membangun kepercayaan (trust) dan rasa aman melalui komunikasi terapeutik yang berakar pada budaya lokal, yang menjadi faktor penentu dalam keputusan kesehatan pasien ketika menghadapi ketidakpastian medis (Imanudin Iim, Nurlaila Lia, 2024). Di tengah dinamika pencarian kesembuhan holistik tersebut, Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath di Sukabumi muncul sebagai pusat inovasi spiritual-budaya yang mengartikulasikan tradisi "Patambaan Siliwangi" (Talitha et al., 2022). Tradisi ini bukan sekadar praktik pengobatan tradisional biasa, melainkan sebuah sintesa kompleks antara aktivasi energi psikospiritual melalui dzikir dan seni kinetik, serta penggunaan material etnofarmakologi yang berakar pada kearifan botani Sunda (Istiqomah et al., 2025). Praktik ini melibatkan aktivasi energi psikospiritual melalui dzikir Bashorun Fuadun dan seni kinetik, serta penggunaan ramuan herbal etnofarmaka yang secara resmi diakui otoritas Kesehatan (Dwi Kumala et al., 2019). Data menunjukkan bahwa intervensi spiritual memiliki ukuran efek besar dalam meningkatkan resiliensi pasien kanker (Isma & Nurul Rahmawati, 2025). Namun, efektivitas intervensi ini sangat bergantung pada penghayatan makna dzikir, tanpa asosiasi makna terbukti kurang optimal dalam memodulasi sistem endokrin untuk meredakan gejala somatik (Solichah et al., 2025). Integrasi ini melahirkan fenomena identity fusion, di mana pasien merasa "menyatu" dengan komunitas spiritual, sehingga menurunkan ketidakpastian epistemik yang memperburuk kondisi biologis (Utami, 2017). Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana mekanisme sintesa energi psikospiritual dan materi etnofarmakologi dalam Patambaan Siliwangi bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kondisi kesehatan pasien penyakit kronis. Belum banyak kajian akademik yang secara mendalam membedah praktik ini dalam kerangka ganda Psikologi Islam dan Psikoneuroimunologi (Perwitaningrum et al., 2016). Padahal, data menunjukkan bahwa intervensi spiritual memiliki ukuran efek yang sangat besar dalam meningkatkan resiliensi pasien (Istiqomah et al., 2025). Laporan penelitian ini akan menguraikan secara exhaustive bagaimana energi psikospiritual yang dibangkitkan melalui amaliah dzikir Bashorun Fuadun dan seni bela diri Sang Maung Bodas berinteraksi dengan produk-produk etnofarmaka Al-Fath (Rasyid et al., 2025). METODE PENELITIAN Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk memahami secara mendalam praktik penyembuhan dalam masyarakat (Hidayat et al., 2023). Subjek penelitian adalah pasien penyakit kronis seperti kanker dan diabetes melitus yang menjalani terapi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sukabumi. Instrumen utama pengumpulan data adalah observasi partisipatif terhadap aktivitas dzikir Bashorun Fuadun, seni kinetik Maen Boles, dan penggunaan ramuan etnofarmaka, serta wawancara mendalam dengan praktisi dan pasien (Christine, 2021). Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik untuk membedah kaitan antara pengalaman spiritual pasien dengan parameter kesehatan berdasarkan kerangka Psikoneuroimunologi dan Psikologi Islam (Zahraa & Nashori, 2025). Keabsahan data dipastikan melalui triangulasi sumber dan pengecekan anggota untuk menangkap esensi dari transformasi identitas pasien selama proses penyembuhan (Fauziyyah et al., 2018). HASIL DAN PEMBAHASAN Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath di Sukabumi mengintegrasikan pendidikan modern, dakwah, dan pelestarian budaya. Cikal bakalnya adalah Majelis Dzikir Bashorun Fuadun yang didirikan tahun 1996. Dibawah kepemimpinan KH. M. Fajar Laksana, pesantren ini telah mendapatkan pengakuan resmi sebagai Penyehat Tradisional dengan Pendekatan Agama Islam. Pesantren ini menonjol dengan penetapannya sebagai objek wisata ramah muslim dan pusat kearifan lokal yang diakui otoritas kesehatan. Elemen pembeda Ponpes Al-Fath adalah Museum Islam Prabu Siliwangi. Museum ini mengoleksi berbagai artefak bersejarah seperti naskah kuno dan pusaka Pajajaran. Artefak ini menjadi instrumen edukasi bagi pasien untuk membangkitkan memori kolektif dan jati diri. Filosofi kepemimpinan Siliwangi (Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi) diintegrasikan ke dalam proses penyembuhan, menciptakan lingkungan terapeutik yang kaya simbolisme untuk menurunkan resistensi psikologis pasien. Inti dari Patambaan Siliwangi adalah amaliah Dzikir Bashorun Fuadun yang mengoordinasikan nafas dan kesadaran jantung. Pendekatan ini selaras dengan konsep Spiritual Mindfulness Therapy yang memfokuskan perhatian pada pengalaman batin dan makna hidup melalui dzikir, doa, dan kontemplasi kehadiran Ilahi. Spiritual Mindfulness Therapy membantu pasien menerima emosi negatif tanpa menghakimi, sehingga mengurangi keputusasaan dan meningkatkan fleksibilitas psikologis. Secara teknis, teknik pernapasan lambat ini menstabilkan Heart Rate Variability, yang merupakan indikator ketahanan sistem saraf terhadap stres. Patambaan Siliwangi melibatkan energi kinetik melalui seni Maen Bola Leungeun Seuneu (Boles) dan Ngagotong Lisung Pajajaran. Ritual Ngagotong Lisung menggunakan filosofi kekuatan kolektif. Secara fisiologis, gerakan silat aliran Sang Maung Bodas dirancang untuk melancarkan aliran energi di jalur meridian tubuh. Aktivitas fisik ini memicu pelepasan endorfin dan dopamin, meningkatkan motivasi hidup pasien yang depresi akibat penyakit kronis. Dalam diskursus Psikologi Islam, eksistensi manusia tidak dapat direduksi menjadi sekadar interaksi biokimia seluler. Manusia adalah entitas multidimensional yang memiliki struktur hierarkis yang terdiri dari komponen material dan imaterial. Psikologi Islam memandang tubuh fisik (jasad) sebagai kendaraan bagi jiwa (nafs), sementara hati (qalb) bertindak sebagai pusat komando yang menghubungkan keduanya. Al-Ghazali menegaskan bahwa kesehatan sejati tercapai ketika qalb berada dalam kondisi salim (selamat/suci), yang memungkinkannya menerima pancaran cahaya ketuhanan. Sebaliknya, penyakit fisik seringkali dipandang sebagai manifestasi dari "kekeruhan" jiwa yang disebabkan oleh emosi negatif seperti kecemasan dan hilangnya keyakinan. Tabel 1. Struktur Hierarkis Manusia dalam Psikologi Islam dan Manifestasi Penyakit. Komponen Manusia Deskripsi Fungsi dalam Kesehatan Kaitan dengan Penyakit Kronis Nafs (Jiwa) Dinamika motivasi dan dorongan nafsu Stres eksistensial dan hilangnya makna hidup Qalb (Hati) Pusat persepsi spiritual dan ketenangan Ketidakpastian epistemik dan ketakutan akan kematian Jasad (Tubuh) Struktur biologis dan fungsional Manifestasi patologis dan disfungsi sistemik Sumber: Diolah Penulis, 2025. Dalam menghadapi penyakit kronis, pasien seringkali terjebak dalam kondisi ketidakpastian yang ekstrem. Psikologi Islam menawarkan solusi melalui pengembangan status yaqin (keyakinan mutlak) dan sukun (ketenangan batin). Kondisi sukun ini secara biopsikologis memicu aktivasi sistem saraf parasimpatis yang menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Penelitian terhadap pasien penyakit kronis menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat religiusitas yang baik cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih stabil karena kemampuan untuk menginterpretasikan kemalangan sebagai bagian dari takdir Allah. Psikoneuroimunologi menjelaskan bagaimana kondisi psikologis diterjemahkan menjadi bahasa biologis melalui interaksi antara sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem imun. Mekanisme utama yang mengoordinasikan respons ini adalah poros Hypothalamus Pituitary Adrenal. Ketika otak mempersepsikan stresor berat, amigdala mengirimkan sinyal ke hipotalamus untuk mensekresi Corticotropin Releasing Hormone. Pelepasan Corticotropin Releasing Hormone merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk memproduksi Adrenocorticotropic Hormone, yang memicu pelepasan kortisol. Kortisol kronis bersifat destruktif bagi sistem imun karena menekan proliferasi limfosit T dan menurunkan aktivitas sel natural killer. Intervensi psikospiritual di Ponpes Al-Fath bekerja sebagai regulator poros Hypothalamus Pituitary Adrenal (HPA). Secara neurofisiologis, pembacaan ayat suci dan dzikir menghasilkan frekuensi yang mencapai telinga dan diteruskan ke otak, memengaruhi sel-sel otak melalui impuls listrik hingga mencapai keseimbangan sistem saraf. Proses ini menghasilkan tatanan saraf yang harmonis, yang memicu tubuh untuk melakukan perbaikan jaringan dan produksi sel-sel baru. Tabel 2. Perubahan Parameter Psikoneuroimunologi Berdasarkan Jenis Stimulus. Sistem Biologis Pengaruh Stres Kronis Pengaruh Dzikir/Spiritual Mindfulness Saraf Otonom Dominansi Simpatis (Fight-or-Flight) Dominansi Parasimpatis (Rest-and-Digest) Hormon Stres Kortisol & Katekolamin Tinggi Penurunan Kortisol & Peningkatan Endorfin Sel Imun Supresi Sel T & Sel NK Aktivasi Sel T & Peningkatan Imunoglobulin Sitokin Peningkatan Sitokin Pro-inflamasi Peningkatan Sitokin Anti-inflamasi Sumber: Diolah Penulis, 2025. Ketenangan spiritual ini memfasilitasi perbaikan Blood-Brain Barrier dan mencegah atrofi hipokampus yang sering terjadi pada individu dengan stres kronis. Bagi pasien penyakit kronis, mekanisme Psikoneuroimunologi ini menjelaskan mengapa praktik spiritual yang konsisten dapat mempercepat pemulihan fisik. Etnofarmakologi Al-Fath melengkapi intervensi psikospiritual dengan formulasi herbal berbasis kearifan Sunda dan Thibbun Nabawi. Produk ini telah melewati proses standarisasi internal. Tabel 3. Katalog Produk Etnofarmaka Patambaan Siliwangi Nama Produk Basis Bahan Alam Sasaran Penyakit Kronis Mekanisme Farmakologis Minyak Balur Maung Bodas Atsiri, Rempah Stroke, Rematik Stimulasi sirkulasi kapiler Anti-Bet Herbal Pahit Sunda Diabetes Melitus Kontrol gula darah Anti-Rat Ekstrak Akar Kanker Imunostimulan Anti-Darting Herbal Penurun Tensi Hipertensi Vasodilatasi alami Sumber: Diolah Penulis, 2025. Sintesa terjadi ketika konsumsi ramuan herbal dibarengi dengan dzikir khusus, menciptakan pengkondisian positif pada sistem saraf pusat yang meningkatkan absorpsi zat aktif melalui optimalisasi placebo effect yang positif. Temuan pada pasien kanker payudara di Ponpes Al-Fath menunjukkan fenomena identity fusion, di mana pasien meleburkan identitas pribadinya dengan komunitas spiritual pesantren. Peningkatan resiliensi yang signifikan terjadi karena individu merasa didampingi oleh kekuatan Ilahi. Data menunjukkan peningkatan skor resiliensi yang besar setelah mengikuti terapi spiritual berbasis dzikir. Pada penderita diabetes melitus, religiusitas yang baik berkorelasi dengan kontrol glikemik yang stabil karena penurunan aktivitas sistem saraf simpatis. Namun, efektivitas dzikir sangat bergantung pada penghayatan makna. Tanpa pemahaman mendalam, dzikir hanya menjadi rutinitas mekanistik yang kurang efektif dalam memodulasi sistem endokrin untuk meredakan gejala somatik. Oleh karena itu, edukasi makna dalam Patambaan Siliwangi sangat krusial. SIMPULAN Sintesa Patambaan Siliwangi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath merupakan sebuah inovasi model penyembuhan holistik yang efektif dalam menjawab tantangan kompleks penyakit kronis. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis terhadap pasien penyakit kronis, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara aspek spiritual, budaya, dan material biologis menciptakan mekanisme pemulihan yang komprehensif. Secara mekanistik, model ini bekerja melalui dua jalur utama yaitu Jalur Top-Down (Psikospiritual) antara lain meliputi Aktivitas dzikir Bashorun Fuadun dan seni kinetik Sang Maung Bodas berfungsi menstabilkan otak dan meregulasi poros Hypothalamus Pituitary Adrenal (HPA). Proses ini menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan dominansi sistem saraf parasimpatis, yang pada gilirannya memperkuat sistem imun tubuh dan Jalur Bottom-Up (Etnofarmakologi) meliputi Penggunaan ramuan herbal berbasis kearifan lokal Sunda dan Thibbun Nabawi bekerja memperbaiki material seluler dan memberikan dukungan farmakologis langsung terhadap disfungsi sistemik pasien. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan terapi ini sangat bergantung pada penghayatan makna spiritual oleh pasien, yang memicu fenomena identity fusion atau penyatuan identitas dengan komunitas spiritual. Hal ini tidak hanya meningkatkan resiliensi psikologis tetapi juga memberikan kontrol glikemik dan stabilitas fisik yang lebih baik. Dengan demikian, Patambaan Siliwangi menawarkan alternatif pelayanan kesehatan yang manusiawi dan terjangkau dengan mengoptimalkan potensi budaya dan spiritualitas lokal. DAFTAR PUSTAKA Christine, S. E. (2021). Nilai - Nilai Yang Terkandung dalam Olahraga Tradisional Bola Leungeun Seuneu di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath. Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan), 3(3), 46-50. https://doi.org/10.52005/belaindika.v3i3.88 Dwi Kumala, O., Rusdi, A., & Rumiani, R. (2019). Terapi Dzikir Untuk Meningkatkan Ketenangan Hati Pada Pengguna Napza. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 11(1), 43-54. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol11.iss1.art4 Faturrohmah, A., Yuda, A., Soesanto, T. G., Kartika, D., Agustin, W. W., Farmasi, D., Fakultas, K., & Universitas, F. (2015). Pada Pasien Diabetes Melitus. 2(1), 23-28. Fauziyyah, A., Ulfiah, U., & Hidayat, I. N. (2018). Efektivitas Metode Tamyiz terhadap Memori dalam Mempelajari Alquran pada Santri Pondok Pesantren Quran. In Jurnal Psikologi Islam dan Budaya (Vol. 1, Nomor 1, hal. 37-52). https://doi.org/10.15575/jpib.v1i1.2070 Hidayat, B., Rahman, A. A., Nugroho, S., Leybina, A. V, Muliadi, R., Listyani, N., & Lubis, L. T. (2023). Al-Qur'an and Dzikir: Are They Effective To Overcome Anxiety Caused By Covid-19 As a Pandemic Condition? Psikis?: Jurnal Psikologi Islami, 9(1), 61-76. https://doi.org/10.19109/psikis.v9i1.16634 Imanudin Iim, Nurlaila Lia, H. I. (2024). Cultural and Religious Resilience: Dzikir Al-Fath, Boarding School, Sukabumi, West Java in a Globalized World. Cultural and Religious Resilience: Dzikir Al-Fath, Boarding School, Sukabumi, West Java in a Globalized World. Isma, I., & Nurul Rahmawati, F. (2025). Komunikasi Kesehatan Dalam Praktik PengobatanTradisional Suwuk: Studi Kasus Di Desa Weru,Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. In Jma) (Vol. 3, Nomor 6, hal. 3031-5220). http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33256%0Ahttp://repository.unissula.ac.id/33256/1/Psikologi_307 Istiqomah, I., Sombuling, A., & Umam, A. N. (2025). Exploring the Relationship Between Need for Closure, Religious Ideology, and Identity Fusion. Psikis?: Jurnal Psikologi Islami, 11(1), 1-13. https://doi.org/10.19109/psikis.v11i1.24110 Perwitaningrum, C. Y., Prabandari, Y. S., & Sulistyarini, I. (2016). Pengaruh Terapi Relaksasi Zikir Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Penderita Dispepsia Effect Of Dhikr Relaxation Therapy To Reduce Aanxiety Levels In Dyspepsia Patients. Jurnal Intervensi Psikologi, 8(2), 147-164. Rasyid, N., Maharsi, E. D., Arsyad, M., & Kunci, K. (2025). Pengaruh Dzikir terhadap Munculnya Gangguan Somatoform Saat PJJ pada Mahasiswa Kedokteran Yarsi Angkatan 2019 dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam The Effect of Dhikr on The Emergence of Somatoform Disorders During Distance Learning in The 2019 Batch of Y. 3(3), 131-140. Sidik, M. (2019). Perkembangan Pesantren Dzikir Al-Fath Di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi. Skripsi, 1155010066. Solichah, N., Hidayah, R., Zakiyah, E., Pandya, M. F., & Ogbuabor, S. E. (2025). Spiritual mindfulness therapy: An intervention to reduce depression symptoms. Psikohumaniora, 10(1), 59-78. https://doi.org/10.21580/pjpp.v10i1.23690 Talitha, R., Supriatna, M., & Dahlan, T. H. (2022). Jargon: Ngajaga Shalat, Ngajago Silat, Ngajaga Silaturahmi at Dhikr Al Fath Islamic Boarding School . Proceedings of the International Seminar on Innovative and Creative Guidance and Counseling Service (ICGCS 2021), 657(Icgcs 2021), 177-182. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220405.030 Utami, T. N. (2017). Tinjauan Literatur Mekanisme Zikir Terhadap Kesehatan: Respons Imunitas. Jurnal JUMANTIK, 100(1). Zahraa, J. M., & Nashori, F. (2025). Meningkatkan Resiliensi Perempuan Pasien Kanker Payudara: Seberapa Besar Efektivitas Terapi Zikir Istigfar? Jurnal Psikologi, 21(1), 77. https://doi.org/10.24014/jp.v21i1.29464 2 | Judul Artikel Font Lato Size 10 JIPMH (Journal Of Islamic Psychology And Mental Health Sekretariat : Jl. Gatot Subroto No. 09 Indramayu 45213 Jawa Barat Telpon : (0234) 7122802 Web. Stidkinu-indramayu.ac.id Vol : 01, Nomor : 1, Tahun 2025 Halaman 33-39 Journal of Education Research, x (x), xxxx, Pages x-xx 33 Journal of Education Research ISSN : 2746-0738 (online) Journal of Education Research, x (x), xxxx, Pages x-xx