PENGOLAHAN BAKSO DAN NUGGET DI UMKM SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN STUNTING DI INDRAMAYU

Penulis

  • Nurhasyim Maulidah STIDKI NU INDRAMAYU Penulis
  • Tuminih STIDKI NU INDRAMAYU Penulis
  • Mahfudz Rozaq STIDKI NU INDRAMAYU Penulis
  • Lukman Nulhakim STIDKI NU INDRAMAYU Penulis
  • Dede Hidayat STIDKI NU INDRAMAYU Penulis

Kata Kunci:

daging ayam, frozen food, bakso,, nugget, stunting

Abstrak

Angka stunting di Kabupaten Indramayu sebelum tahun 2021 adalah 29,19 persen. Kemudian, hasil survei kasus gizi balita versi Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) sampai akhir tahun 2021 mencatat angka stunting menurun drastis di angka 14,4 persen, berbagai upaya terus dilakuakan oleh pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang ada di Indramayu seperti STIDKI NU INDRAMAYU. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dengan mengolah produk peternakan khususnya ayam broiler dengan deversivikasi olahan pangan yang digemari anak anak dan orang dewasa seperti olahan bakso dan nuget. Bahan yang digunakan untuk membuat bakso adalah ayam broiler dengan bumbu tepung tapioka,telur, merica, sedangkan nuget terbuat dari bahan ayam broiler dengan bumbu telur ayam, tepung roti, tepung terigu, bawang putih, kaldu bubuk, garam, gula, dan merica.Kegiatan pembuatan bakso dan nuget dimulai dengan penyediaan bahan baku, penghalusan daging ayam, penambahan bumbu dan perebusan bakso, sedangkan nuget dimulai dengan penghalusan daging ayam, pencampuran bumbudan daging, pengukusan nuget, pengolesan nuget dalam tepung roti lalu nuget digoreng. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa melaui diversifkasi pangan mengubah daging ayam menjadi bahan makanan yang lezat bergizi berhasil meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 30%.

Diterbitkan

2025-12-20